Samarinda Hadapi Tantangan Distribusi LPG Bersubsidi
Pesankata.com, Samarinda – Samarinda menjadi salah satu daerah yang turut merasakan kelangkaan LPG 3 Kg, meskipun dampaknya tidak separah wilayah lain. Walikota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa penerapan inovasi Kartu Tepat Sasaran menjadi kunci utama dalam mengendalikan distribusi gas bersubsidi ini.
“Meski ada kendala, program Kartu Tepat Sasaran yang telah diterapkan sebelumnya membantu menjaga kestabilan pasokan LPG. Kini, skema ini diperluas untuk mendukung UMKM agar tetap mendapat akses LPG 3 Kg,” ujar Andi Harun.
Pemerintah Kota Samarinda juga memperketat pengawasan distribusi LPG bersubsidi agar harga tetap sesuai dengan ketentuan, yakni tidak lebih dari Rp 20 ribu per tabung. Langkah ini bertujuan untuk mencegah spekulasi harga yang merugikan masyarakat.
Sebagai kota penghubung, Samarinda menghadapi tantangan tambahan dalam distribusi LPG karena banyak pembeli dari daerah sekitar seperti Tenggarong, Bontang, dan Kutai Barat. Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Samarinda mengajak berbagai pihak, termasuk Hiswana Migas dan agen distribusi, untuk berkolaborasi dalam memastikan LPG bersubsidi benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak.
Sementara itu, operasi pasar murah tetap dilakukan sebagai langkah darurat, meskipun pemerintah menegaskan bahwa solusi jangka panjang terletak pada sistem distribusi yang lebih baik dan pengawasan ketat.
“Operasi pasar bukan solusi permanen. Kita harus memastikan distribusi LPG berjalan lancar tanpa ketergantungan pada intervensi pemerintah,” pungkas Andi Harun.
sumber : https://kaltim.tribunnews.com/2025/02/13/kuota-lpg-3-kg-di-samarinda-melebihi-kuota-tapi-mahal-ini-kata-walikota-andi-harun





