Saham Ambruk, Elon Musk dan Zuckerberg Kehilangan Triliunan Usai Tarif Trump Diumumkan
Pesankata.com, New York – Dampak dari pengumuman tarif impor Presiden AS Donald Trump tidak hanya mengguncang pasar saham global, tapi juga menyebabkan kerugian besar bagi para miliarder dunia. Elon Musk, CEO Tesla yang dikenal sebagai pendukung kebijakan Trump, mengalami penurunan kekayaan sebesar 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp 182,6 triliun, setelah saham Tesla turun 5,5 persen.
Krisis pasar ini menyusul kebijakan Trump yang mengumumkan tarif tambahan pada awal April 2025. Gelombang kepanikan langsung melanda lantai bursa dan membuat banyak saham unggulan anjlok tajam.
Mark Zuckerberg, pendiri Meta, menjadi orang yang mengalami kerugian terbesar dari segi nominal. Ia kehilangan sekitar 17,9 miliar dolar AS atau sekitar 9 persen dari total kekayaannya, setelah saham Meta turun 9 persen. Tak ketinggalan Jeff Bezos yang harus merelakan 15,9 miliar dolar AS akibat saham Amazon terjun bebas.
Menurut data Bloomberg Billionaires Index, sebanyak 500 orang terkaya di dunia kehilangan kekayaan gabungan sebesar 208 miliar dolar AS. Penurunan ini menjadi yang paling tajam sejak masa pandemi dan masuk dalam rekor penurunan terbesar keempat selama 13 tahun terakhir.
Mayoritas miliarder yang terdampak berasal dari Amerika Serikat. Sebanyak 9 dari 10 miliarder teratas yang paling merugi merupakan warga AS. Bloomberg juga mencatat, lebih dari separuh dari miliarder yang masuk daftar indeks mengalami penyusutan kekayaan dengan rata-rata penurunan 3,3 persen.
Gelombang ini menunjukkan betapa sensitifnya kekayaan para taipan terhadap kebijakan politik dan ekonomi, terutama dalam lanskap global yang tengah bergejolak.



