Warga Muara Kate Akhirnya Didengar Gibran
Pesankata.com, Paser – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggelar kunjungan mengejutkan ke Dusun Muara Kate, Desa Muara Langon, Kecamatan Muara Komam, pada Sabtu malam (14/6/2025). Kunjungan ini merespons keresahan masyarakat atas aktivitas hauling batu bara yang menyebabkan kerusakan parah dan kematian seorang tokoh warga.
Tragedi yang menjadi pemicu utama adalah tewasnya Russel, tokoh adat penolak tambang, pada November 2024. Ia diserang oleh orang tak dikenal di posko perlawanan warga. Selama berbulan-bulan, tuntutan keadilan untuk Russel tak kunjung ditanggapi serius, hingga akhirnya Wapres turun langsung ke lapangan.
Dalam dialog malam hari yang berlangsung dua jam, Gibran meminta aparat kepolisian yang berjaga untuk mundur, memberi ruang aman bagi warga untuk berbicara. Mereka menyuarakan keresahan tentang rusaknya jalan desa, intimidasi terhadap aktivis, dan lambatnya proses hukum bagi pelaku pembunuhan Russel.
Aktivis lokal, Mei Christy, mengatakan Gibran menunjukkan kemarahan saat tahu tidak ada pejabat daerah yang turun ke lokasi pascakejadian. “Beliau kecewa karena rasa empati dari pemerintah daerah tidak pernah muncul,” ujar Mei.
Dalam pertemuan tertutup, Gibran memanggil pejabat penting, seperti Kapolda Kaltim, Pangdam VI Mulawarman, dan Wakil Gubernur Kaltim. Ia mendesak penjelasan tentang masih bebasnya truk tambang melewati jalan nasional yang seharusnya dilindungi.
Wamendagri Bima Arya menegaskan bahwa kehadiran pusat bukan simbolik, melainkan bagian dari upaya menegakkan hukum secara menyeluruh. Gibran pun menginstruksikan perbaikan infrastruktur yang sudah dipetakan sebelumnya oleh tim Wapres.
Masyarakat menyambut langkah ini sebagai sinyal positif, tetapi peringatan datang dari JATAM Kaltim. Direktur Mareta Sari mengingatkan bahwa tindakan nyata harus segera menyusul agar pertemuan ini tidak berakhir sebagai simbol politik belaka.
Wapres Gibran menutup kunjungannya dengan janji membawa seluruh persoalan ini ke meja rapat lintas kementerian di Jakarta. Ia menekankan bahwa ini adalah soal keadilan warga dan penghentian praktik hauling ilegal yang merugikan rakyat.





