HUT Bhayangkara, Polri Tampilkan Robot Hingga Layanan Gratis
Pesankata.com, Jakarta – Perayaan Hari Bhayangkara ke-79 pada 1 Juli 2025 berlangsung meriah di Monas, Jakarta. Dengan tema “Polri untuk Masyarakat”, Kepolisian RI menyuguhkan berbagai kegiatan, mulai dari parade teknologi hingga layanan publik gratis, sebagai simbol komitmen mereka dalam memperkuat pelayanan di era modern.
Upacara militer sebagai puncak peringatan dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Keduanya memeriksa barisan kehormatan yang terdiri dari unsur Polri, Brimob, TNI, Satpol PP, serta kelompok masyarakat, menandai sinergi lintas sektor dalam menjaga ketertiban.
Salah satu momen mencolok adalah peragaan 25 robot polisi—seperti ROPI, drone pertanian, robot anjing, dan humanoid—yang menggambarkan kesiapan Polri menghadapi tantangan digital. Menurut Irjen Sandi Nugroho, parade ini menunjukkan bahwa Polri tak tertinggal dari negara-negara maju dalam modernisasi alat keamanan.
Pertunjukan dilanjutkan dengan atraksi spektakuler dari motor layang hingga formasi udara. Drum Corps Akpol dan parade taruna Angkatan 57 turut memeriahkan suasana, memberikan semangat kebangsaan dan ketertiban publik yang kuat.
Polri juga membuka berbagai layanan publik gratis di sekitar Monas, seperti pembuatan SKCK, perpanjangan SIM, Samsat keliling, cek kesehatan, dan khitanan massal. Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh dengan memberikan tarif Rp1 untuk Transjakarta, MRT, dan LRT pada hari tersebut.
Tak hanya seremonial, kegiatan sosial turut digelar: dari doa lintas agama, bazar UMKM, hingga lomba ketahanan pangan. Hoegeng Award juga diberikan sebagai bentuk penghargaan bagi anggota Polri yang menjunjung integritas tinggi.
Lalu lintas sekitar Monas direkayasa untuk kelancaran acara. Ruas seperti Thamrin, Sudirman, dan Gunung Sahari ditutup sementara, disertai imbauan WFH bagi perkantoran agar lalu lintas tetap kondusif.
Ketua Kompolnas Arief Wicaksono menegaskan bahwa HUT Bhayangkara ke-79 adalah ajang refleksi. Ia mendorong agar Polri memperkuat transparansi, meningkatkan pelayanan publik, dan memastikan penggunaan teknologi yang tidak sekadar seremonial, tapi juga solutif bagi masyarakat.





