Jakarta Dilanda Banjir, Warga Diminta Siaga
Pesankata.com, Jakarta – Banjir kembali menggenangi sejumlah kawasan di ibu kota pada Selasa pagi, 8 Juli 2025, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak sore sebelumnya. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat antara 46 hingga 67 RT terdampak, dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 120 cm, tergantung lokasi dan kondisi saluran air setempat.
Penyebab utama banjir kali ini adalah kombinasi hujan ekstrem dan rob laut maksimum. Fenomena astronomi seperti bulan baru dan jarak terdekat bulan dengan Bumi (perigee) turut memicu naiknya permukaan laut yang memperparah luapan sungai besar seperti Kali Krukut, Angke, dan Ciliwung.
Beberapa titik di Jakarta Selatan—termasuk Jati Padang, Pela Mampang, dan Kuningan Barat—dilaporkan mengalami banjir terparah dengan genangan air hingga 130 cm. Di Jakarta Timur, Kampung Melayu dan Cililitan juga terdampak parah, sementara di Jakarta Barat dan Utara seperti Rawa Buaya dan Kapuk Muara, air mencapai 70 cm.
Tak hanya perumahan, akses transportasi ikut terganggu. Beberapa ruas jalan utama di Kedoya Selatan, Rawa Buaya, dan Daan Mogot terendam, menghambat arus lalu lintas dan layanan angkutan umum seperti TransJakarta dan Commuter Line.
Hingga Selasa pagi, BPBD melaporkan bahwa lebih dari 300 warga telah dievakuasi ke posko darurat di masjid dan fasilitas publik. Penanganan tanggap darurat telah dilakukan, termasuk pengerahan pompa air dan perahu evakuasi, serta pengerukan saluran air di titik-titik rawan.
Dinas Sumber Daya Air juga bekerja sama dengan relawan dan aparat wilayah untuk menormalkan aliran sungai dan memastikan logistik bantuan bagi pengungsi tersedia. Akses informasi banjir juga terus diperbarui melalui kanal BPBD dan TMC Polda Metro Jaya.
BPBD mengimbau warga tetap tenang dan siaga. Mereka juga diminta menghindari aktivitas di area rawan banjir dan memperhatikan peringatan cuaca dalam beberapa hari ke depan, mengingat potensi hujan susulan masih cukup tinggi.
