Pesankata.com, Solo – Di penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran tajam bagi mereka yang sempat meramaikan tagar #KaburAjaDulu dan narasi “Indonesia Gelap”. Dengan gaya santai khas anak Jakarta Selatan, ia mengecam ajakan kabur sebagai tindakan yang terlalu mudah dan dangkal.

Dalam pidato yang membakar suasana, Prabowo bahkan menegaskan, “Lo kabur aja lo, emang gampang lo di situ di luar negeri, di mana lo, lu dikejar-kejar di situ lo”. Kalimat sinis itu disampaikan saat ribuan kader PSI hadir sebagai audiensnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan bahwa narasi pesimis semacam itu bukan muncul secara mandiri, melainkan didanai oleh pihak berkepentingan: koruptor dan kelompok yang ingin melihat Indonesia kacau. Ia menuding bahwa narasi #KaburAjaDulu hingga demonstrasi “Indonesia Gelap” hanyalah rekayasa yang dihidupkan untuk menciptakan kegaduhan.

Sambil menyindir akun-akun yang menyebar pesimisme, Prabowo mengatakan, “Indonesia gelap, kabur aja deh… sori ye,” dan menegaskan bahwa masa depan bangsa ini sebenarnya cerah jika dikelola dengan baik. Ia kemudian menambahkan nada optimisme dengan mengajak para kader PSI dan generasi muda untuk percaya pada potensi dan prospek negara yang makin maju.

Pidato itu sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya keberanian dan optimisme dalam politik, tema besar yang diangkat PSI dalam kongresnya. Prabowo juga menyampaikan kekaguman terhadap teknologi dan semangat inovasi yang dibawa PSI, meski menyarankan agar kader waspada terhadap penyalahgunaan media digital untuk memanipulasi publik.

Sejumlah media mengangkat headline bernada dramatis, seperti “Lu kabur aja lo” (Republika), dan “Sorry ye, Indonesia cerah!”. Respons netizen pun terbelah: ada yang mendukung sikap tegas Prabowo, sementara sebagian lainnya menyoroti gaya penyampaian yang dinilai melecehkan kelompok yang frustasi.

Sindiran tersebut juga dipandang sebagai strategi politik untuk mengalihkan perhatian dari narasi negatif yang sempat meresahkan publik. Prabowo menggambarkan ajakan kabur sebagai pilihan mudah, sedangkan dirinya memilih optimisme dan keberanian membangun di dalam negeri.

Dengan nada santai dan penuh sindiran, pidato ini membakar semangat dan sekaligus mengejek keraguan yang sempat merebak. Dalam satu peristiwa publik, Prabowo sukses menggabungkan kritik tajam dengan komedi ringan.

Pidato di atas menjadi salah satu momen paling hangat dalam kongres PSI, meninggalkan kesan kuat baik dari segi retorika politik maupun strategi komunikasi presiden. Apakah tagar #KaburAjaDulu akan lenyap atau justru makin menggema setelah sindiran ini? Waktu yang akan menjawab.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan