Pesankata.com, Jakarta – Film animasi Merah Putih One For All menarik perhatian publik. Film ini berhasil tayang di bioskop tanah air, meski kalangan tertentu mempertanyakan bagaimana kontennya bisa lolos sensor – terutama mengingat sensitivitas tema nasionalisme dan representasi suku.

Film bercerita tentang sekelompok anak dari berbagai latar budaya (Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa) yang bersatu menyelamatkan bendera pusaka menjelang HUT RI. Sinematografi animasi dan pesan persatuan jadi kekuatannya.

Namun muncul desas-desus di media sosial tentang isu sensor yang dianggap longgar. Beberapa menyebut film ini “heran bisa lolos” tanpa mengalami pemotongan signifikan. Hingga kini belum ada tanggapan formal dari Lembaga Sensor Film (LSF) atau rumah produksi.

Sumber resmi masih minim. Teater.co hanya mencantumkan sinopsis tanpa menyebutkan soal sensor atau revisi konten. Jadwal penayangan yang diunggah memperlihatkan film memang tayang di banyak jaringan bioskop seperti CGV dan Cinema XXI per 6 Agustus 2025.

Publik mempertanyakan apakah LSF menerapkan kebijakan pengecualian untuk konten pendidikan atau anak-anak. Apakah film ini diloloskan karena mengusung pesan positif patriotik? Atau ada kewajaran lain dalam mekanisme penilaian sensor untuk animasi?

Beberapa pengguna Reddit menyoroti inkonsistensi dalam proses sensor di Indonesia. Salah satu komentar menyebut: “Film fiksi boleh menjelekkan negara lain, dan ini sering lolos, bukankah seharusnya lembaga yang mengawasi lebih tegas?”.

Hingga saat ini, belum muncul keberatan resmi atau kritik tajam dari tokoh atau organisasi agama terhadap Merah Putih One For All. Kontroversi lebih banyak muncul dari diskusi publik luas tentang tata kelola sensor film.

Film ini tetap menjalani pemutaran sesuai jadwal. Meski demikian, wacana mengenai bagaimana dan mengapa film tersebut lolos tanpa revisi masih berkembang menunjukkan perhatian tinggi terhadap standar sensor dan pesan yang disampaikan karya animasi nasional saat ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan